PKB dan PKP SMA Bahasa Indonesia Peminatan Tahun 2019

Materi PKB PKP Berbasis Zonasi Bahasa Indonesia Peminatan SMA Tahun 2019 terdiri dari Unit Pembelajaran Teks Karya Tulis Ilmiah dan Teks Artikel Ilmiah dan Unit Pembelajaran Teks Drama.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Peningkatan Kompetensi Pembelajaran merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berfokus pada upaya mencerdaskan peserta didik melalui pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi. Program berbasis zonasi ini dilakukan mengingat luasnya wilayah Indonesia dan kualitas pendidikan yang belum merata, sehingga peningkatan pendidikan dapat berjalan secara masif, merata, dan tepat sasaran.
Paket unit pembelajaran ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS). Keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. Sasaran Program PKB melalui PKP berbasis zonasi ini adalah seluruh guru di wilayah NKRI yang tergabung dalam komunitas guru sesuai bidang tugas yang diampu di wilayahnya masing-masing. Komunitas guru dimaksud meliputi kelompok kerja guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK).


Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi ini dapat diselesaikan. Paket Unit Pembelajaran ini disusun berdasarkan analisis Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian serta analisis Ujian Nasional (UN).

Hasil UN tahun 2018 menunjukkan bahwa peserta didik masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi. Hasil tersebut ternyata selaras dengan capaian PISA (Programme for International Student Assessment) maupun TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study). Oleh karena itu, perserta didik harus dibiasakan dengan pembelajaran dan soalsoal yang berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi agar meningkat kemampuan berpikir kritisnya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas lulusan peserta didik dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Program ini dikembangkan dengan menekankan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKP dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kewilayahan (Zonasi). Melalui zonasi ini, pengelolaan komunitas guru seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA/SMK dan SLB, dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) dilaksanakan dengan memperhatikan keragaman mutu pendidikan.


Karya ilmiah merupakan tulisan yang berisi gagasan atau hasil penelitian
ilmiah. Karya ilmiah memiliki berbagai bentuk, seperti laporan penelitian,
skripsi, dan artikel ilmiah. Di dunia pendidikan, karya ilmiah menjadi bagian dari kegiatan ilmiah yang dilakukan pendidik dan peserta didik. Seorang pendidik melakukan penelitian, kemudian melaporkan hasil penelitian dan mengubahnya ke dalam bentuk makalah atau artikel ilmiah untuk disampaikan pada forum seminar atau publiksi ilmiah. Kegiatan tersebut sering digunakan sebagai persyaratan kenaikan jabantan profesi mereka sebagai pendidik. Semnetara bagi peserta didik, karya ilmiah menjadi bagian dari persyaratan akhir perkuliahan atau masa studi (di perguruan tinggi, sebagai kecil juga terjadi di sekolah mengah atas).

Bahasa yang digunakan dalam karya harus komunikatif dan ilmiah. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan harus didukung oleh satuan bahasa yang benar, misalnya dalam penyusunan kalimat dan pengembangan paragraf. Dalam menyusun kalimat, penulis karya ilmiah perlu memahami jenis-jenis klausa sebagai bagian dari kalimat. Begitupun dalam mengembangkan paragraf, perlu diperhatikan kohesi dan koherensi antar komponen paragraf sebagai syarat keutuhan sebuah paragraf. Pemahaman tentang jenis-jenis klausa, kohesi, dan koherensi dalam karya ilmiah merupakan kompetnsi yang harus dimiliki pendidikan dan peserta didik. Oleh karena itu, ketiga materi tersebut akan dipaparkan pada paket pembelajaran 2 ini.

Paket pembelajaran ini terdiri atas dua unit. Unit 1 terdiri atas dua KD, yaitu (1) KD 3.3: Menganalisis berbagai jenis klausa dalam teks ilmiah bertema pendidikan, lingkungan hidup, sosial, dan atau budaya dan (2) KD 4.3: Menyajikan laporan hasil analisis jenis-jenis klausa dalam teks ilmiah bertema pendidikan, lingkungan hidup, sosial, dan atau budaya secara lisan dan tertulis. Begitupun dengan unit 2 terdiri atas dua KD juga, yaitu (1) KD 3.3: menganalisis kohesi dan koherensi dalam artikel ilmiah dan (2) KD 4.3: menyusun artikel ilmiah dengan memperhatikan kohesi dan koherensi. Materi analisis jenis-jenis klausa dalam teks karya ilmiah yang dipaparkan pada unit 1 dan materi analisis kohesi dan koherensi dalam artikel ilmiah yang dipaparkan pada unit 2 tidak memiliki hubungan hierarkis, sehingga urutan pembelajarannya bersifat bebas.

Unit-unit pembelajaran dalam paket ini dirancang untuk mengembangkan pembelajaran dan penilaian yang berorientasi Higher Order Thinking Skills/HOTS yang terintegrasi dengan 5 (lima) unsur utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi dalam rangka mencapai kecakapan Abad ke-21. Dengan mempelajari paket ini. peserta pelatihan dapat menerapkan desain pembelajaran yang telah disusun kepada peserta didik di kelas masing-masing.

Unit Pembelajaran Teks Karya Tulis Ilmiah dan Teks Artikel Ilmiah
PKP SMA Unit Pembelajaran Teks Karya Tulis Ilmiah dan Teks Artikel Ilmiah
Pada unit ini dibahas menganai jenis-jenis klausa pada teks karya ilmiah. Kompetensi dasar (KD) yang digunakan dalam kegiatan belajar pada unit ini mengacu pada Permendikbud nomor 37 tahun 2018. Ada dua KD yang akan dipelajari pada unit ini, yaitu (1) KD 3.3: Menganalisis berbagai jenis klausa dalam teks ilmiah bertema pendidikan, lingkungan hidup, sosial, dan atau budaya dan (2) KD 4.3: Menyajikan laporan hasil analisis jenis-jenis klausa dalam teks ilmiah bertema pendidikan, lingkungan hidup, sosial, dan atau budaya secara lisan dan tertulis, Pada bagian awal diuraikan analisis KD. Analisis KD diawali dengan menentukan beberapa target kompetensi yang dijabarkan dari KD. Berdasarkan target kompetensi tersebut, dirumuskanlah indikator pencapaian kompetensi (IPK). IPK dibagi atas tiga bagian yakni indikator pendukung, indikator kunci, dan indikator pengayaan.

IPK kunci merupakan kompetensi minimal yang terdapat dalam KD. Indikator pendukung merupakan indikator yang perlu dikuasai peserta didik sebelum mampu memahami indikator kunci. IPK pendukung membantu peserta didik dalam memahami indikator kunci. Indikator pengayaan merupakan indikator yang dirumuskan melebihi tuntutan standar minimal kompetensi dasar. Indikator ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan dan mengayakan potensi peserta didik. Dalam merumuskan IPK, harus didasarkan pada tingkatan proses berpikir peserta didik dan menggunakan kata kerja operasional dengan kalimat yang mudah dipahami sesuai karakteristik mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada bagian selanjutnya, disajikan soal-soal ujian nasional (UN) yang
berkaitan atau berkesesuaian dengan jenis-jenis klausa dalam teks ilmiah.

Soal-soal tersebut terdapat pada ujian nasional tahun 2016/2017 dan 2017/2018. Soal tersebut dilengkapi pula dengan pembahasan. Pembelajaran materi tentang jenis-jenis klausa dalam teks ilmiah kepada peserta didik disajikan dalam aktivitas pembelajaran. Aktivitas pembelajaran dirancang dan dilaksanakan berdasarkan hasil analisis KD. Aktivitas pembelajaran terdiri atas sepasang KD (pengetahuan dan keterampilan).

Pada unit ini, aktivitas pembelajaran hanya satu kegiatan yakni menganalisis berbagai jenis klausa dalam teks ilmiah bertema pendidikan. Sesuai dengan karakteritik materinya, aktivitas pembelajaran ini akan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Untuk menunjang aktivitas pada unit ini, disajikan lembar kerja peserta didik (LKPD). LKPD merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah peserta didik dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat meningkatkan aktifitas peserta didik dalam peningkatan prestasi belajar. LKPD tersebut dikembangkan berdasarkan indikator pencapaian kompetensi yang telah dirumuskan.

Selain itu, untuk memudahkan pendidik dan peserta didik mendapatkan bahan pelajaran, disajikan pula bahan bacaan. Bahan bacaan terdiri atas materi-materi yang berkaitan dengan materi jenis-jenis klausa yang dibutuhkan peserta didik dalam menguasai kompetensi dasar. Pada bagian akhir unit ini, dikembangkan penilaian dengan mengembangkan soal Higher Order Thinking Skilis (HOTS) berdasarkan indikator yang rumuskan pada level pengetahuan analisis, evaluasi, dan mencipta. (C4-C6). Unit ini ditutup dengan simpulan dan umpan balik.
Unduh Paket Unit Pembelajaran Teks Karya Tulis Ilmiah dan Teks Artikel Ilmiah.

Unit Pembelajaran Teks Drama
Unit Pembelajaran Teks Drama
Unit pembelajaran Teks Drama ini secara sistematika diawali dengan bagian-bagian:Kompetensi Dasar dan Perumusan IPK, Aplikasi Dunia Nyata, Soal-Soal UN/USBN, Bahan Pembelajaran, Pengembangan Penilaian, Kesimpulan, dan Umpan Balik.

Kompetensi Dasar dan Perumusan IPK, bagian ini menjabarkan bahwa unit pembelajaran Teks Drama disusun berdasarkan dua Kompetensi Dasar (KD) Bahasa Indonesia di kelas XI SMA (Peminatan) berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018. KD tersebut merupakan KD berpasangan antara KD pengetahuan nomor 3.8 Mengevaluasi pementasan drama (langsung atau hasil rekaman) dan KD keterampilan nomor 4.8 Mementaskan naskah drama. Selanjutnya, masing-masing KD dijabarkan ke dalam target kompetensi yang dilanjutkan pada penjabaran Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). Masing-masing IPK dibagi menjadi tiga bagian, yaitu indikator pendukung, indikator kunci, dan indikator pengayaan.

Indikator pendukung merupakan indikator yang disajikan sebagai pendukung dari indikator kunci. Dengan mengacu pada Taksonomi Bloom, indikator pendukung pada ranah kognitif maupun psikomotorik dirumuskan dengan Kata Kerja Operasional (KKO) di bawah level indikator kunci. Jika indikator kunci berada pada level C5 maka indikator pendukung dirumuskandengan KKO pada kisaran levelC1-C4, sedangkan indikator pengayaan dirumuskan dengan KKO pada level di atasnya yaitu C6. Hal ini diterapkan juga pada ranah psikomotorik. Jika indikator kunci berada di level P3 maka indikator pendukung diambil dari kisaran P1-P2, sedangkan indikator pengayaannya diambil dari level di atasnya yaitu P4-P6.

Aplikasi Dunia Nyata, bagian ini untuk menginformasikan contoh dan penerapan materi pembelajaran teks drama dalam kehidupan sehari-hari dan manfaat mempelajarinya. Dengan demikian, dapat diketahui materi pembelajaran teks drama penting untuk dipelajari dalam rangka menyiapkan peserta didik dalam menjalani kehidupan abad 21 dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya: manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Soal-Soal UN/USBN, pada bagian ini disajikan analisis soal-soal Ujian Nasional (UN) maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang berkaitan dengan KD dan materi pembelajaran teks drama yang diperlukan untuk menjawab soal-soal tersebut. Dalam unit pembelajaran ini, soal yang dianalisismerupakan perwakilan dari soal-soal UN maupun USBN.Analisis soal-soal UN maupun USBN ini tidak memberikan jawaban soal namun hanya fokus pada hal-hal yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal serta materi yang dibutuhkan untuk menjawab soal.
Bahan Pembelajaran, untuk mempermudah pembelajaran, di dalam unit ini disediakan bahan pembelajaran berupa: (1) aktivitas pembelajaran, (2) lembar kerja peserta didik(LKPD), dan (3) bahan bacaan. Aktivitas pembelajaran terdiri atas Aktivitas 1 dan Aktivitas 2. Kedua aktivitas pembelajaran tersebut berbasis pendekatan saintifik dengan model-model yang sesuai dengan karaktersitik KD-nya, discovery learningdan project based learning. LKPD yang disiapkan untuk menunjang pembelajaran sebanyak 2 LKPD. Sedangkan bahan bacaan disusun berdasarkan kebutuhan materi yang bisa mempermudah perserta didik mendapatkan informasi terkait KD-KD yang terdapat di teks drama. Materi yang dipelajari yaitu hakikat drama, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik drama, unsur pendukung pementasan drama, mengevaluasi pementasan drama (langsung atau hasil rekaman), dan mementaskan naskah drama.

Pengembangan Penilaian, terdiri atas dua bahasan yaitu (1) pembahasan soal-soal UN/USBN, dan (2) pengembangan soal Higher Order Thingking Skill (HOTS). Dalam pembahasan soal-soal UN/USBN terbaru yang ada relevansinya dengan teks drama. Pengembangan soal HOTS fokus meyiapkan soal-soal untuk membantu pendidik dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Kesimpulan, sebagai akhir dari unit pembelajaran Teks Drama, dibuatlah penguatan berupa simpulan.

Umpan Balik, pada bagian ini diharapkan dengan penyajian unit diambil kebermanfaatannya untuk nilai-nilai kehidupan seperti edukasi/didaktis, rekreasi, dan lain sebagainya.
Unduh Paket Unit Pembelajaran Teks Drama.