Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perubahan Materi Dalam Ilmu Kimia

Perubahan Materi Dalam Ilmu Kimia
Materi Kimia - Perubahan materi selalu terjadi di alam semesta. Sebagai contoh: pertumbuhan, pergerakan, penguapan, pencernaan, pembakaran, pembelahan dan lain sebagainya. Sesungguhnya, perubahan materi ini melibatkan perubahan sifat fisis maupun sifat kimia yang dimiliki oleh suatu materi. Apa yang menyebabkan suatu materi mengalami perubahan? Penyebab suatu materi mengalami perubahan adalah energi. Energi adalah segala sesuatu yang dapat melakukan kerja atau usaha. Energi tidak dapat diindra oleh manusia. Hal yang dapat ditangkap oleh indra manusia ialah akibat yang ditimbulkan oleh energi tersebut.

Setiap materi mengandung energi. Jika suatu materi berubah, kandungan energinya juga berubah. Pembebasan energi menyebabkan kandungan energi dari suatu materi akan berkurang. Penyerapan energi menyebabkan kandungan energi dari suatu materi akan bertambah. Jadi, perubahan suatu materi selalu disertai dengan perubahan energi.
Perubahan materi dapat dikelompokkan menjadi perubahan fisis dan perubahan kimia. 

Ketika kita mematahkan sebatang lilin, bentuk dan ukuran aslinya akan berubah menjadi bongkahan-bongkahan. Ketika dipanaskan, lilin akan meleleh. Lelehan lilin akan membeku.

Perubahan tersebut merupakan perubahan sifat fisis pada lilin. Namun, perubahan tersebut tidak mengakibatkan perubahan pada karakteristik atau identitas dari lilin tersebut.
Perubahan tersebut dinamakan perubahan fisis.

Perubahan fisis meliputi perubahan bentuk, ukuran atau keadaan dari suatu materi. Terkadang, perubahan warna juga dapat menunjukkan perubahan fisis pada zuatu materi. Perubahan fisis merupakan perubahan materi yang tidak menghasilkan zat baru karena perubahan fisis tidak mengubah identitas zat yang menjadi penyusun dari suatu materi. Perubahan fisis juga bersifat sementara karena zat asal dapat diperoleh kembali meski telah mengalami proses perubahan.

Jika suatu zat dapat membeku, mendidih, menguap, tersublimasi, atau terkondensasi, zat tersebut mengalami perubahan fisis seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.7. Gambar tersebut menunjukkan perubahan fisis yang terjadi pada air. Air yang dididihkan akan menjadi uap air dan uap air diembunkan akan menjadi air kembali. Air yang didinginkan akan menjadi es dan es yang meleleh akan menjadi air kembali. Peristiwa tersebut menunjukkan perubahan fisis pada air, tetapi sifat air tetap sama. Pada perubahan fasa tersebut, terdapat dua hal yang penting, yaitu titik didih yang merupakan titik di mana suatu zat mendidih dan titik beku yang merupakan titik di ana suatu zat mulai membeku.
Gelondongan-gelondongan kayu merupakan bahan baku pembuatan berbagai perabot rumah tangga seperti kursi, meja, pintu, jendela

Perhatikan gambar di atas. Gelondongan-gelondongan kayu merupakan bahan baku pembuatan berbagai perabot rumah tangga seperti kursi, meja, pintu, jendela. Perubahan kayu gelondongan menjadi kursi, misalnya, hanya mengubah bentuk dari kayu. Sifat yang dimiliki kayu pada kayu gelondongan sama dengan sifat yang dimiliki kayu pada kursi.

2. Perubahan Kimia
Perubahan kimia merupakan perubahan materi yang menghasilkan zat baru atau sering disebut reaksi kimia. Dari pengamatan tentang apa yang terjadi di sekeliling, kita dapat mengetahui bahwa perubahan yang mengubah identitas dari suatu zat memang terjadi. Sebagai contoh kayu yang terbakar, telur yang membusuk, petasan yang meledak, besi yang berkarat, dan lainnya. Apakah persamaan dari perubahan-perubahan tersebut?

Jika kita memanaskan kayu, suhu kayu akan naik. Jika suhu ini mencapai suhu bakar dari kayu, kayu akan terbakar dengan sendirinya dan akan menjadi abu. Contoh lainnya adalah ketika dibiarkan beberapa hari di udara, segelas susu akan menimbulkan bau tidak sedap. Bau-bau tersebut merupakan suatu tanda atau ciri bahwa telah terbentuk atau telah dihasilkan suatu zat baru dari suatu materi. Dalam beberapa perubahan kimia, sebuah tanda atau ciri dapat berupa cahaya atau bunyi yang merupakan produksi energi yang cepat dari suatu materi. Seperti petasan yang meledak dengan bunyi yang cukup keras dan kilatan atau cahaya yang dihasilkan dari bubuk isi petasan yang terkena api.
Jika dibiarkan di udara, besi akan bereaksi dengan oksigen dan air di udara. Secara alami dan dengan sendirinya, besi akan berkarat atau terkorosi akibat dari reaksi tersebut. Karat pada besi merupakan zat baru yang dihasilkan dari besi yang bereaksi dengan oksigen dan air di udara.

Terjadinya perubahan kimia atau reaksi kimia pada suatu materi dapat diketahui dari perubahan yang diakibatkan oleh reaksi tersebut. Perubahan tersebut menghasilkan materi baru yang sifatnya baru (berbeda dengan sifat materi asal). Materi baru ini bersifat kekal karena sukar untuk berubah kembali ke materi asal. Jika suatu materi mengalami perubahan kimia, perubahan fisis dari materi tersebut juga akan terjadi. 


Beberapa perubahan akibat dari Perubahan Kimia adalah sebagai berikut.
a. Reaksi Kimia Menghasilkan Perubahan Warna
b. Reaksi Kimia Menghasilkan Perubahan Suhu
c. Reaksi Kimia Menghasilkan Endapan
d. Reaksi Kimia Menghasilkan Gas
banner